Wednesday, February 9, 2011

Be thankful

 Pagi ini buka twitter dan baca curhatnya Alanda Kariza, seorang penulis muda, mahasiswi, dan banyak lagi alias nya karena menurutku dia cewek aktif dan cerdas. The post is here. Habis baca itu, aku jadi berempati sama dia. Aku cuma bisa berdoa yang terbaik buat dia dan keluarganya, agar Ibunya juga tidak dipenjara. Bayangkan, kurungan 10 tahun plus denda 10 milyar! Kalo mereka keluarga konglomerat sih ga papa, but they're just a family who's come from the middle class. I really pray the best for her problem. She is smart, talented, has a bunch of dreams to reach for.

Cerita Alanda sebenarnya bukan yang pertama. Di dunia ini pasti banyak kisah-kisah serupa atau hampir mirip, yang bisa kita ambil hikmahnya, jadikan pelajaran dan bahan introspeksi diri.

Aku sering ngerasa hidupku biasa-biasa aja, datar, plain. Intinya, aku ga puas sama apa yang udah aku miliki sekarang. Ujung-ujungnya, jadi sering ngeluh, dikit-dikit ngeluh. Dan mengeluh itu melelahkan lho. Untungnya aku sadar kalo keseringan mengeluh itu buang waktu dan bikin capek, jadi aku pengen merubah itu. Lumayan lah, kebiasaan mengeluh jauh berkurang :)

Dan setelah tau masalah Alanda, aku jadi introspeksi lagi gimana sih hubunganku sama keluarga. Same with Alanda, and perhaps most of children in this earth, family is my precious treasure, gift from God, a thing that I called home. Aku boleh aja jaim kalo lagi di luar rumah atau berhadapan sama orang lain, I can use my thousand mask heheh...tapi kalo lagi sama keluarga, aku jadi Shelly yang sebenar-benarnya, the real me. Waktu kuliah jarang ngumpul sama keluarga karena beda kota. Baru sadar betapa berharganya family time itu. Sekarang aku menikmati quality time with family, even cuma nonton TV bareng kalo malam atau ikut dalam serunya 'kegilaan dan kesemrawutan' di pagi hari hehehe.. Karena ga selamanya bakal aku rasain kan. Ga selamanya aku bakal sama meraka terus. Anak-anak akan memiliki dan menjalani kehidupan sendiri, dan belum tentu sering ketemu sama orang tua. Atau bahkan, dipisahkan oleh kematian. Agak horor sih ngomongin ini. Tapi kematian memang ga ada yang tau kapan datangnya. Jadilah nikmatilah apa yang ada! :)

Tanpa bermaksud sok alim, setahun belakangan ini aq  mendekati Tuhan. Bukan karena punya masalah atau apa, tapi aku ngerasa aku cuma tau Tuhanku, tapi ga mencoba mengenalNya lebih dalam. Selama ini shalat ya cuma shalat, puasa ya tinggal puasa aja, lebih ke kewajiban aja. Sekarang mencoba menggali lebih dalam lagi tentang masalah agama, kekhusyukan dalam beribadah, berbuat baik, dan sebagainya. Dari dulu aku tau Tuhan itu ada, dan aku juga tau pepatah 'Tuhan ada di setiap langkahmu', tapi cuma sekedar tau. Setelah diresapi, ternyata amat sangat bisa mempengaruhi diri. Aku ngerasa jadi lebih kuat aja mengahadapi apapun. Karena apapun yang terjadi, itu atas izinNya, dan dia selalu menemani, bahkan disaat aku merasa sendiri... :)

No comments:

Post a Comment