Monday, July 25, 2011

A Bike Named Fixie


Kemaren pagi waktu jogging, di jalan aku liat beberapa orang menggowes sepeda fixie melintas. Lagi. Sejak bulan lalu aku sering papasan sama mereka. Semakin sering aku papasan sama sepeda-sepeda itu, semakin iri aja rasanya. 

Aku pengen punya sepeda fixie!!

Serius, tiap kali mereka lewat, aku cuma bisa memandang dengan tatapan mendamba. Sebenarnya aku udah lama pengen sepedaan lagi. Aku terakhir naik sepada taun lalu waktu masih di Makassar. Cuma aku agak takut sama kegilaan lalu lintas di Medan ini. Kalo berangkatnya sih nggak papa, kan pagi-pagi banget. Nah pas mau pulang kan lalu lintas udah rame tuh (baca: awut-awutan). Aku takut aja lagi asik-asik sepedaan trus dilindas angkot hehehe….
Nah kenapa aku tertarik dengan fixie? Seru aja liatnya, eye catching gitu, warna-warni. Secara fisik, selain sering tampil dengan warna-warna 'menantang', fixie ini juga lebih simpel, minim lilitan kabel sana-sini.

Sebenarnya sepeda fixie itu apa sih? Nih penjelasannya dari inilah.com:

Fixie berasal dari bahasa inggris, yaitu fixed gear atau gear roda belakang dibuat mati dengan as roda belakang. Jadi pedal sepeda akan ikut berputar saat roda perputar. Untuk mengerem atau mengurangi laju sepeda, cukup dengan menahan putaran pedal ke arah belakang (untuk yang tidak menggunakan rem depan). Dulu sering disebut dengan Doltrap. Dan sebenarnya ini lah hal utama yang membedakan sepeda fixie dengan jenis sepeda lainnya.

Jangan salah pengertian dengan Torpedo. Kalo torpedo adalah pedal masih bisa berhenti mengayuh saat roda belakang berputar. Persamaannya, untuk mengerem sama-sama dengan menekan pedal sepeda ke arah belakang. Banyak yang salah pasang gear ini sehingga keinginan membuat sepeda fixie justru malah jadi sepeda single speed dengan torpedo.

Untuk speed sendiri kebanyakan menggunakan single speed, sehingga sepeda fixie akan memberikan kesan sederhana baik dalam tampilan karena tidak adanya kabel-kabel gear speed yang melintang dan mekanik gear yang membikin menjadi rame. Dan juga kemudahan perawatan.

Nah, hal lain yang mencirikan sepeda fixie adalah pada frame. Sebenarnya tidak ada aturan baku untuk frame ini. Ada yang menggunakan frame MTB, bahkan frame low rider. Namun kebanyakan menggunakan frame sepeda balap kuno, dengan fork (garpu depan) yang pipih. Mungkin menggunakan sepeda balap, tampilan akan lebih minimalis dan ramping.

Frame bisa dipilih dari yang besi maupun yang alumunium biar lebih ringan namun harga lebih mahal. Warna frame body pun dicat lebih genjreng (ini juga menjadi daya tarik sendiri untuk sepeda fixie) seperti putih, merah, kuning, hijau dan lain-lainnya.

Untuk stang sendiri tidak lagi menggunakan stang model tanduk domba, kebanyakan menggunakan model stang lurus seperti model MTB. Untuk roda dan ban sendiri, menggunakan ban tipis dengan lingkar ban yang besar biasanya yang 27 inci. Warna ban dan velg pun dipilih warna-warna yang genjreng juga, putih, merah, kuning, dll.

Sadel, dipilih sadel yang model tipis/langsing agar sesuai dengan frame. Sadel dipilih sesuai selera dan kenyamanan dalam bergowes. Warna pun dipilih yang genjreng. Untuk biaya memiliki fixie ini dapat relatif lebih murah apalagi kalau kita merakit sendiri, dan lebih bersabar dalam memburu komponen-komponennya.

Yang perlu diperhatikan lagi saat bergowes dengan si Fixie ini adalah, keamanan, kenyamanan, dan sejenisnya. Kenapa, karena saat mengayuh sepeda fixie ini, pedal akan terus berputar saat roda belakang berputar. Terutama saat jalan menurun, harus pandai-pandai mengatur pedal dan putaran roda. Terlebih lagi tidak menggunakan rem depan.

Untuk keamanan ini maka sebaiknya menggunakan rem depan. Selain itu saat jalanan berbelok dan menurun dapat dibayangkan jika pedal pada saat berbelok ada diposisi bawah, dapat menyebabkan benturan dengan badan jalan. Kemungkinan cidera akan semakin besar terutama pada dengkul, karena harus menahan putaran roda belakang untuk mengurangi laju sepeda. Jangan sampai mau bertrendi ria dan bergowes malah menjadi cidera. Kita harus membiasakan diri dulu menggunakan sepeda fixie ini sebelum menggunakannya untuk medan yang berat.

Dan juga, untuk bisa punya sepeda fixie ini nggak harus beli koq. Bisa aja dari sepeda biasa yang ada lalu dimodifikasi sedikit untuk diubah menjadi fixie. Ah, sayang sepedaku yang lama udah dijual...

No comments:

Post a Comment