Saturday, April 30, 2011

Royal Wedding

The royal wedding was held yesterday. Akhirnya, pangeran William, pangeran paling ngetop sedunia, memilih seorang gadis untuk jadi istrinya sekaligus calon ratu Inggris di masa mendatang. Aku ingat banget dulu waktu masih SD tergila-gila sama prince Will ini. Selalu jejeritan tiap kali dia muncul di TV, pasang posternya di kamar hahahaha... dia cute banget sih! Trus dia 'menghilang' dari peredaran. Yah nggak menghilang juga sih, sejak sekolah di Eton, trus masuk asrama di St. Andrews University, dan berkarir di bidang militer, dia nggak se-eksis dulu. Kalo dulu dia sering muncul sama orang tua dan adiknya, apalagi waktu Ibunya masih ada.

Sekarang aku nggak majang posternya lagi di kamar hehehe... dan nggak jejeritan lagi tiap kali dia muncul di TV atau majalah (karena dia jarang mucul juga sih, terutama di media Indonesia), apalagi pas aku liat dia lagi setelah bertahun-tahun, he looked older. Well, yeah semua orang pasti tambah tua. Maksudku Will sekarang kayak bapak-bapak hohoho... lebih seru ngecengin adiknya :p

And the lucky young lady is Catherine Elizabeth Middleton a.k.a Kate Middleton, yang juga mahasiswi St. Andrews. Kate ini putri miliarder Inggris Michael Middleton. Will dan Kate gosipnya mulai pacaran sejak masih kuliah, yang kalo dihitung sampe sekarang itu sekitar 9 tahun, plus pake putus-nyambung juga. Yah sejak kuliah emang udah santer sih diberitain kalo Will punya pacar namanya Kate Middleton. Makanya publik nggak kaget lagi waktu mereka mengumumkan akan menikah.

Pemberkatannya di Westminster Abbey, gereja cantik di sisi barat istana Buckingham. Royal wedding ini hebohnya emang habis-habisan. Jurnalis dari seluruh dunia numplek di London, masyarakat London sebagian besar juga tumpah ruah di sekitar lokasi istana-gereja. Dan nggak cuma warga London atau Inggris aja. Banyak juga warga dunia yang rela ke London hanya untuk menyaksikan langsung pernikahan Will-Kate ini ckckckckck....

Kate tampil cantiiiik banget. Dasarnya dia emang udah cantik sih. Tapi dia stunning banget di hari pernikahannya. Dress putih gading yang sopan dan simpel, less accesoris, make up minimalis (gosipnya dia make up sendiri! make up sendiri di wedding day, ini langka), Kate terlihat makin cantik.

Dan momen yang paling ditunggu-tunggu selain pemberkatan, pastinya balcony kiss! :D

Saturday, April 23, 2011

Easter holiday

Liburan paskah kemaren aku sekeluarga jalan-jalan ke pantai. Setelah hampir setahun nggak ketemu pantai, rasanya exciting banget, kangen! Mungkin karena di Makassar terbiasa ngeliat pantai kali ya. Waktu itu rumah juga deket pantai Losari. Jalan-jalan sering banget lewat losari, olahraga pagi paling asoy ya di losari. Sedangkan Medan, kota terbesar di pulau Sumatera ini, letaknya bukan dipinggir laut, jadi kalo mau liat air laut harus usaha dulu.

Kemaren kita ke Pantai Cermin, di kabupaten Perbaungan, sekitar sejam dari Medan. Nggak jauh sih, nggak sampe bikin isi perut diblender lah hehe... Perlengkapan yang dibawa sih standar, tikar, makanan, kamera, tapi nggak bawa baju, karena kita kemaren berangkat setelah sholat jumat. Kebayang kan teriknya gimana. Jadi kita rencana nggak cebur-ceburan di laut.

Sampai disana sekitar jam 2, untung nggak pake nyasar, karena rutenya juga nggak ribet. Karcis masuknya Rp 5000, plus Rp 5000 per kepala. I'm sorry have to say this, but the beach was disappointing. Pantainya sempit. Jadi gini, disana tuh banyak disediakan pondok kayu buat santai-santai. Semuanya sejajar dan memanjang sepanjang pantai. Pasirnya putih. Tapiiiiiiiii...... jarak antara pondok dan pinggir pantai cuma 2 meter. Sempit banget kan? Mau main pasir gimana coba? Aku curiga kalo air pasang pondok-pondok itu nggak bisa dipake buat tiduran. Bisa sih, buat yang bego banget mau tiduran sambil basah-basahan. 

Gimana mau bikin istana pasir??

Dan pantai cermin juga sepi, nggak serame yang aku duga. Padahal aku sering denger tentang pantai ini. Selain pondok-pondok itu, ada penjual makanan, minuman, souvenir, sama ada juga yang nyewain banana boat.
Disisi lain pantai ternyata ada waterboom, sodara-sodara, dan rame. Kayaknya ini yang bikin pantai cermin sepi. Jelaslah orang-orang lebih pengen ke waterboom kalo di pantai susah lari-lari bebas dan main pasir. Walaupun kita nggak tau sih fasilitas di dalam kayak apa. Nggak bawa baju ganti sih, sial...

Dan aku berharap bakal ngeliat sunset. Udah berharap sambil ngelamun di pondokan, sampai aku sadar kalo pantai Cermin ini pantai timur. Yah, matahari terbenamnya kan di barat, nunggu kiamat dulu kali baru bisa ngeliat sunset di pantai timur. Sungguh tolol.

Tuesday, April 19, 2011

In traditional market

Hari ini aku nemenin mama ke pasar tradisional, belanja. Buat aku ke pasar tradisional ada enak dan ga enaknya. Ga enaknya BAU.! Hahahaha,,,, ya wajar aja sih. Pulang-pulang pasti baju bau, kaki kotor. Tapi buat aku, ke pasar tradisional selalu menarik. Aku suka perhatiin akitivitas orang-orang disitu. Pembeli yang milih-milih barang, nawar dengan muka ngotot, penjual yang nyerocos terus kayak jual obat, tukang daging, ikan yang sibuk motong-motong. Kalo diliat ya biasa aja sih. Tapi pemandangan seperti itu selalu menarik, walopun harus tahan sama baunya, apalagi kalo deket kelompok penjual ayam, eeeuuhhh.... ampun.
Tadi kita belanja di pasar petisah. Dan kata mama, geliat di pasar tradisional kayak gitu udah dimulai sejak pukul 2 dinihari!

Aku ga inget kapan terakhir kali nemenin mama belanja full trip ke pasar tradisional. Ummm...pernah ga ya? Entahlah hehe.. Yang pasti belanja full trip ke pasar tradisional itu bikin tangan pegel. Belanjaannya super berat. Kalo belanja di supermarket sih enak ada troly. Lah ini cuma modal tas belanja doank. Itu juga kadang semuanya ga muat di tas belanja. Hebat lah si mama yang minimal 2x seminggu belanja ke pasar, menggotong-gotong belanjaan berat itu, walopun bisa dititip bentar sih, biasanya di penjual telur.

Yang paling ga nahan adalah hamparan sayur-sayuran segar. Duuhh...rasanya pengen beli semua! Masih fresh, warnanya cantik, daunnya segar. Pengen deh punya perkebunan, peternakan....

Monday, April 18, 2011

A balance life

Yang aku mau cuma keseimbangan dalam hidup, itu saja.

Hidup yang seimbang.

Seimbang segala-galanya, baik jasmani maupun rohani, dunia dan akhirat.

Katanya kesempurnaan ga ada di dunia ini. Itu cuma milik Tuhan.

Tapi aku yakin keseimbangan bisa diraih dan dirasakan.

Well, sampai saat ini masih mencoba dan terus mencoba....

Struggling in my own way

Hari ini tes (lagi). Dan ga lolos (lagi!).
The test took almost all day long, dari pagi sampe sore. Dari iklan sih meyakinkan, walopun agak 'terselubung'. Dan pas aku dateng ke kantornya, jeng jeeeeeng.... aku tau ni perusahaan, perusahaan pialang. Ehmm...tanpa bermaksud mendiskritkan perusahaan pialang, sekuritas, dan para karyawannya, aku emang agak waspada sama perusahaan jenis ini. Bukannya apa-apa, biasanya mereka nyari pialang atau financial consultant, dan aku (sampai saat ini) ga berminat untuk bekerja dengan jabatan itu. Aku ngerasa ga berbakat, walopun belum pernah nyoba, dan sekali lagi, belum berminat untuk mencoba.

Aku ngelamar di bagian administrasi, di iklan sih katanya butuh 10 orang. Dan tadi tu pelamar bagian administrasi yang dateng cuma 2 orang. 95% peserta tes tadi ngelamar buat humas dan promosi. Jujur aja, aku sempat ge-er bakal keterima, soalnya dari 10 lowongan admin yang (setauku) dibuka, yang dateng cuma 2 orang. Tapi ternyata yang diterima cuma 1 orang, dan itu bukan aku. Dan di bagian lain pun begitu. Lowongan humas yang katanya buat 20 orang, cuma 1 yang diterima. Tes nya ga susah kok, malah kita contek-contekan, ga ada yang mengawasi juga. Jadi intinya, dari sekitar 50 lebih yang tes hari itu, yang lolos (atau mungkin diterima) cuma 4 orang, dari masing-masing bagian. Yang ga lolos, ditawari kerjaan di bagian promosi a.k.a pialang, dan ga ada yang mau. Jadi kita semua pulang. Kita jadi kompak gara-gara nunggu kelamaan, makan bareng, gosip ini itu padahal baru kenal, sama-sama ga mau kalo ditawari jadi pialang.

Aku sih bukan mempermasalahkan ga lolosnya. Yah walopun udah sering ditolak/ga lolos tes sampe rasanya bebal, aku ga munafik rasa kecewa itu pasti ada, sekecil apapun. Yang bikin aku kecewa sama perusahaan tersebut adalah di iklan bilangnya butuh 2-25 orang untuk masing-masing bagian, dan yang diterima cuma 1 orang dari masing-masing bagian, rada gondok gimanaaaa gitu. Temen-temen yang lain juga ngerasa gitu. Keliatan kalo si perusahaan mencari pialang sebanyak-banyaknya. Well, sama sekali ga salah sih, mengingat itu adalah ujung tombak perusahaan, dan ga salah juga kalo mereka mengajukan penawaran jadi pialang kepada kami-kami yang ga lolos ini. Tapi kenapa dari awal di iklan ga bilang nyari pialang aja? Kenapa bilang butuh admin 10 orang kalo ternyata yang dibutuhkan cuma 1 orang dan yang lainnya diharapkan mau jadi pialang? Gitu juga sama bagian lainnya, kecuali promosi.

Tapi aku juga ngerasa bersalah banget sama HRD managernya. Aku (dan beberapa temen lainnya) seolah-olah bikin aksi walk-out disaat si manager belum menyelesaikan sesi penawaran mau-ga-jadi-pialang nya. Aku sempat ngerasa ga enak, walopun tetep melakukan 'walk-out' itu, mengikuti yang lainnya. Tolol memang, salah banget. I'm a loser, yes :((
I wish I could say sorry to him...

Sunday, April 17, 2011

My crazy imagination

Aku tau aku pengkhayal. Tapi yang satu ini gila. Serius, aku sama sekali ga bermaksud untuk mengkhayalkan hal itu, membayangkannya aja bikin geli. FORBIDDEN.

Gara-gara mimpi aneh di sabtu siang bolong kemaren, dia selalu muncul di imajinasiku sampai sekarang. Yah biasanya bakal ilang sih dengan sendirinya. Tapi tetep aja.. duuuhhh... Kenapa harus dia?????? Seandainya aja bukan dia. Kalo dia sebenarnya gapapa juga sih, tapi itu ga boleehhh, karena hmmm.....

Ga bisa bilang siapa dia. Sampai mati cuma aku dan Tuhan yang tau. Mudah-mudahan aku ga ketemu peramal, dia bisa tau hehe.. bisa malu aku.
Ini terlalu memalukan untuk diceritakan.

Saturday, April 2, 2011

Between fantasy and reality

I'm a true daydreamer. Gampang banget 'memindahkan' pikiranku dari realita ke dunia khayal, kemudian mengembalikannya ke dunia nyata. Gampang dan cepat, bisa dimana aja. Bahkan sambil melakukan aktivitas sehari-hari (yang nyata) aku juga bisa berkhayal, tanpa perlu melamun atau sebangsanya. Hebat ya? Hihihi....

Saking seringnya berkhayal, aku jadi lupa pernah mengkhayalkan apa aja (khayalannya bukan yang porno, lho!). Sampai aku baca posting di blog salah satu penulis favoritku, Sitta Karina. Hell she's damn right! Aku terbengong-bengong membaca post itu. Kenapa aku nggak menulis aja ya? Aku bisa kok menulis, aku menulis diary, aku punya blog ini. Memang sih tulisanku nggak (atau belum) sebagus tulisan Sitta Karina, JK. Rowling, Meg Cabot, Stephen King, dan penulis favoritku lainnya. Tapi mengingat banyaknya khayalan yang ada di otak, kenapa nggak aku tuangkan aja jadi sebuah tulisan? Entah itu cerita atau artikel atau apalah, yang penting otakku nggak penuh dan ide-ide yang sempat muncul nggak hilang/lupa begitu aja, kan sayang. Apalagi pas baca kalimat ini di blognya kak Arie:

"Terlalu banyak ide di kepala harus disalurkan. Agar tetap waras." 

Geez...  Aku sering ngerasa kerja otakku agak semrawut. Mungkin ini sebabnya.

Aku pernah menulis cerita, waktu SMP. Beberapa cerpen yang aku tulis tangan, karena dulu belum familiar sama komputer, apalagi laptop. Dan pernah juga menulis satu cerita fantasi. Bodohnya, semua tulisan itu hilang entah kemana, nggak aku simpan baik-baik. Jadi sekarang aku mulai mneulis lagi. Mulai rutin memindahkan pikiran-pikiran di kepala. Dan hey, menulis itu menyenangkan lho, contohnya menulis cerita fiksi. Penulis bebas menulis sesuka hati, menciptakan dan mematikan tokoh, mengatur alur cerita. Kayak Tuhan banget kan? Hehehe....

And like what Richard Rhodes said:

"If you want to write, you can. Fear stops most people from writing, not lack of talent, whatever that is. Who am I? What right have I to speak? Who will listen to me if I do? You're a human being, with a unique story to tell, and you have every right. If you speak with passion, many of us will listen. We need story, all of us. We live by story. Yours enlarges the circle."

Dan yah, temanku disini kan nggak banyak. Jadi aku perlu media lain untuk menyalurkan pikiran. Ada mama dan papa sih, atu adik bungsuku. Tapi itu lain cerita.

Seandainya saja aku beneran punya Penseive kayak Albus Dumbledore. Seandainya saja Penseive itu nyata.. Seandainya juga kantong ajaib doraemon itu nyata...