Ini resep skutel makaroni favoritku. Udah nyobain beberapa resep, ini yang paling mantap. Diambil dari tabloid Nova ga tau taun berapa hehehe...
Bahan:
2 sdm margarin
2 siung bawang putih, cincang halus
1 buah bawang bombay, cincang halus
1 buah wortel, potong kotak kecil
2 sdm pasta tomat
2 sdm minyak goreng
100 gr makaroni
5 butir telur
2 1/4 sdt garam
1 1/4 sdt merica bubuk
1/4 sdt pala bubuk
400 ml susu cair
100 ml krim kental
50 gr daging kornet
60 gr jamur merang/kancing, iris
4 lembar daging asap, iris tipis
50 gr keju cheddar parut
50 gr keju cheddar parut untuk taburan
Cara membuat:
1. Panaskan margarin. Tumis bawang putih dan bawang bombay sampai harum. Tambahkan wortel. Aduk sampai layu. Masukkan pasta tomat. Aduk rata. Sisihkan.
2. Didihkan air. Tambahkan minyak goreng. Masukkan makaroni. Masak sampai empuk. Tiriskan.
3. Kocok lepas telur, garam, merica bubuk, dan pala bubuk.
4. Masukkan susu cair, krim kental, daging kornet, jamur, dan daging asap. Aduk rata.
5. Tambahkan makaroni, tumisan wortel, dan keju cheddar parut. Aduk rata.
6. Tuang di pinggan tahan panas yang dioles margarin. Taburi keju cheddar parut.
7. Rendam dalam loyang berisi air dan oven sampai matang.
Thursday, March 31, 2011
Friday, March 25, 2011
Chicken Tarts
Akhirnya masak lagi. Kemaren bikin chicken tarts, kayak pai ayam gitu. Enak :)
Aku ambil resep ini dari buku Resep Praktis Sisca Soewitomo: Kue Gurih Favorit.
Bahan kulit:
300 gr tepung terigu
3 sdm gula halus
1/2 sdt garam
175 gr margarin
1 butir telur
5 sdm air es
Bahan isi:
2 sdm margarin, untuk menumis
2 sdm bawang bombay, cincang
1 sdm tepung terigu
150 ml susu cair
5 sdm krim kental
3 butir telur
1 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt pala bubuk
1 buah dada ayam rebus, potong dadu kecil
50 gr jamur kancing, iris
3 lembar daging asap, iris
1 sdm irisan batang seledri
Taburan:
50 gr keju cheddar, parut
Peterseli cincang, secukupnya
Cara membuat:
1. Kulit: campur tepung terigu dengan gula halus dan garam menjadi satu, aduk rata. Masukkan margarin, aduk dengan menggunakan dua buah pisau atau pisau pastry hingga menjadi butiran tepung tertutup mentega. Masukkan telur dan air es, aduk hingga menjadi adonan yang dapat dibentuk. Istirahatkan selama 30 menit dan giling adonan kulit setebal 1 cm, taruh dalam loyang pai bentuk oval ukuran 30 x 10 x 2 1/2 cm, olesi dengan margarin. (berhubung aku ga punya loyang oval, aku ganti sama loyang bundar)
2. Isi: panaskan margarin, tumis bawang bombay hingga harum, angkat. Campur tepung terigu, susu cair, krim kental, telur, garam, merica, dan pala, aduk rata. Masukkan ayam, jamur, daging asap, dan seledri. Aduk.
3. Panggang kulit pai setengah matang, angkat dan masukkan adonan isi, taburi keju cheddar parut dan peterseli cincang. Masukkan kembali ke dalam oven, panggang kembali hingga matang, angkat.
Aku ambil resep ini dari buku Resep Praktis Sisca Soewitomo: Kue Gurih Favorit.
Bahan kulit:
300 gr tepung terigu
3 sdm gula halus
1/2 sdt garam
175 gr margarin
1 butir telur
5 sdm air es
Bahan isi:
2 sdm margarin, untuk menumis
2 sdm bawang bombay, cincang
1 sdm tepung terigu
150 ml susu cair
5 sdm krim kental
3 butir telur
1 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt pala bubuk
1 buah dada ayam rebus, potong dadu kecil
50 gr jamur kancing, iris
3 lembar daging asap, iris
1 sdm irisan batang seledri
Taburan:
50 gr keju cheddar, parut
Peterseli cincang, secukupnya
Cara membuat:
1. Kulit: campur tepung terigu dengan gula halus dan garam menjadi satu, aduk rata. Masukkan margarin, aduk dengan menggunakan dua buah pisau atau pisau pastry hingga menjadi butiran tepung tertutup mentega. Masukkan telur dan air es, aduk hingga menjadi adonan yang dapat dibentuk. Istirahatkan selama 30 menit dan giling adonan kulit setebal 1 cm, taruh dalam loyang pai bentuk oval ukuran 30 x 10 x 2 1/2 cm, olesi dengan margarin. (berhubung aku ga punya loyang oval, aku ganti sama loyang bundar)
2. Isi: panaskan margarin, tumis bawang bombay hingga harum, angkat. Campur tepung terigu, susu cair, krim kental, telur, garam, merica, dan pala, aduk rata. Masukkan ayam, jamur, daging asap, dan seledri. Aduk.
3. Panggang kulit pai setengah matang, angkat dan masukkan adonan isi, taburi keju cheddar parut dan peterseli cincang. Masukkan kembali ke dalam oven, panggang kembali hingga matang, angkat.
Tuesday, March 22, 2011
Nobody - Wonder Girls
Oke, aku telat banget. Video ini sudah ada sejak tahun hmmm...2008 kali. Aku tau lagunya, dan aku suka banget. Tapi baru kali ini aku liat vidoe klipnya hahaha... WONDER GIRLS KEREN BANGET..!!!!!
Sunday, March 20, 2011
Change direction
Whoa...sudah lama tidak mengetik.
Oke, beberapa minggu ini sibuk tes hehehe...masiiihhh tes. Gapapa lah, dijalani aja. Aku juga ngerasa makin mahir urusan pertes-tesan ini hehehe...
Tapi bener-bener deh, beberapa minggu beakangan ini rasanya capek banget, jumpalitan dari hari satu ke hari lainnya, mau ngerjain yang lain jadi males, termasuk ngurusin si blog ini. But I got "me time" anyway (breathe, breathe..) :p
Waktu tes hari jumat kemaren, ada soal gini "Apa motto hidupmu?" sama "Bilamanakah motto hidupmu berubah?". Waktu baca pertanyaan yang pertama, yang terlintas diotak adalah kenangan jaman SD & SMP. Dulu kayaknya aku sering ngisi biodata di diary /organizer temen-temen, gitu juga sebaliknya. Isinya secara umum sama aja:
Nama lengkap:
Panggilan:
TTL:
Alamat:
Hobby:
Makanan favorit:
Minuman favorit:
Warna favorit:
Motto:
Kesan&pesan:
Kqkqkqkq... Sumpah ya, waktu inget lagi yang begituan, aku ngikik sendiri, geli. Waktu SD aku masih aja mau nulis-nulis begituan, temen-temen juga pada kayak gitu. Pas SMP kelas 1, punya organizer sendiri, temen-temen juga pada nulis kayak gitu, bahkan ada yang pake foto. Satu kali pas kelas 2, aku baca-baca lagi isi organizer itu, disitulah pertama kalinya aku ngerasa geli stengah mampus. Koq nulis-nulis biodata kayak gitu kayaknya NORAK BANGET ya???? Yang bikin aku tambah geli, AKU pun salah satu banci-nulis-biodata itu. Sejak itu aku ga mau lagi nulis begituan, kecuali yang sifatnya formal.
Dan, dulu motto ku berubah-ubah. Pernah Ora et Labora, Be The Best, macem-macem deh. Pokoknya tinggal comot aja. Kalo artinya bagus, aku pake. Tergantung mood mau pake yang mana. Nah, pas tes kemaren ada pertanyaan "Apa motto hidupmu?". Well, jujur aja, kayaknya aku belum pernah ditanya motto hidup. Agak bingung juga sih waktu ngejawab. Aku tau beberapa quote bagus, tapi aku ga pernah manjadikan satu motto sebagai alat untuk memotivasi diri. Jadi aku tulis aja salah satunya, favoritku, "Hoping for the best, prepare for the worst, and be surprised in anything between". Aku baca quote itu di majalah CosmoGirl, waktu masih kuliah, dan aku suka banget. Dan itu bikin aku sadar juga sih. Sebelumnya aku ga pernah mempersiapkan diri untuk hasil terburuk, apapun itu. Jadi ketika apa yang aku pengen ga kesampaian, kecewanya amit-amit, serasa dibanting dari tempat tinggi, sakit banget, buat ikhlas tu kayaknya susaaahh.
Pelan-pelan aku belajar merubah diri, mengubah pola pikir. Sampai saat ini progress nya bagus, aku ngerasa lebih sabar, lebih wise, dan lebih menghargai diri sendiri, juga orang lain.
Oke, beberapa minggu ini sibuk tes hehehe...masiiihhh tes. Gapapa lah, dijalani aja. Aku juga ngerasa makin mahir urusan pertes-tesan ini hehehe...
Tapi bener-bener deh, beberapa minggu beakangan ini rasanya capek banget, jumpalitan dari hari satu ke hari lainnya, mau ngerjain yang lain jadi males, termasuk ngurusin si blog ini. But I got "me time" anyway (breathe, breathe..) :p
Waktu tes hari jumat kemaren, ada soal gini "Apa motto hidupmu?" sama "Bilamanakah motto hidupmu berubah?". Waktu baca pertanyaan yang pertama, yang terlintas diotak adalah kenangan jaman SD & SMP. Dulu kayaknya aku sering ngisi biodata di diary /organizer temen-temen, gitu juga sebaliknya. Isinya secara umum sama aja:
Nama lengkap:
Panggilan:
TTL:
Alamat:
Hobby:
Makanan favorit:
Minuman favorit:
Warna favorit:
Motto:
Kesan&pesan:
Kqkqkqkq... Sumpah ya, waktu inget lagi yang begituan, aku ngikik sendiri, geli. Waktu SD aku masih aja mau nulis-nulis begituan, temen-temen juga pada kayak gitu. Pas SMP kelas 1, punya organizer sendiri, temen-temen juga pada nulis kayak gitu, bahkan ada yang pake foto. Satu kali pas kelas 2, aku baca-baca lagi isi organizer itu, disitulah pertama kalinya aku ngerasa geli stengah mampus. Koq nulis-nulis biodata kayak gitu kayaknya NORAK BANGET ya???? Yang bikin aku tambah geli, AKU pun salah satu banci-nulis-biodata itu. Sejak itu aku ga mau lagi nulis begituan, kecuali yang sifatnya formal.
Dan, dulu motto ku berubah-ubah. Pernah Ora et Labora, Be The Best, macem-macem deh. Pokoknya tinggal comot aja. Kalo artinya bagus, aku pake. Tergantung mood mau pake yang mana. Nah, pas tes kemaren ada pertanyaan "Apa motto hidupmu?". Well, jujur aja, kayaknya aku belum pernah ditanya motto hidup. Agak bingung juga sih waktu ngejawab. Aku tau beberapa quote bagus, tapi aku ga pernah manjadikan satu motto sebagai alat untuk memotivasi diri. Jadi aku tulis aja salah satunya, favoritku, "Hoping for the best, prepare for the worst, and be surprised in anything between". Aku baca quote itu di majalah CosmoGirl, waktu masih kuliah, dan aku suka banget. Dan itu bikin aku sadar juga sih. Sebelumnya aku ga pernah mempersiapkan diri untuk hasil terburuk, apapun itu. Jadi ketika apa yang aku pengen ga kesampaian, kecewanya amit-amit, serasa dibanting dari tempat tinggi, sakit banget, buat ikhlas tu kayaknya susaaahh.
Pelan-pelan aku belajar merubah diri, mengubah pola pikir. Sampai saat ini progress nya bagus, aku ngerasa lebih sabar, lebih wise, dan lebih menghargai diri sendiri, juga orang lain.
Sunday, March 6, 2011
Just share
Hari jumat kemaren papa ke Jakarta, naik pesawat, menggunakan salah satu maskapai (yang baru2 ini IPO, nah tau kan hehe..). Pas di bandara Polonia, papa sadar kunci travel bag nya ga ada, padahal disimpan di kantong, tapi ga ada. Mungkin tercecer waktu perjalanan ke bandara atau apa lah. Well, perjalanan ke Jakarta lancar, ga delay, cuaca bagus. Papa bawa satu travel bag dan masuk bagasi pesawat. Sampai di Jakarta, setelah urusan di bandara selesai, papa langsung ke hotel. Berhubung kunci gembok travel bag nya ilang, dibongkarlah gembok itu. Nah, disini masalahnya. Pas papa buka tas, isinya udah acak-acakan, awut-awutan, kayak habis dibongkar gitu. Selain pakaian, di tas itu ada beberapa kertas buat bahan rapat di Jakarta, dan ada beberapa amplop kosong juga. Semua dokumen-dokumen itu kusut, pokoknya isi tas secara keseluruhan berantakan banget deh. Padahal isi tas cukup padat kok, kalo terguncang pun ga mungkin isinya sampai segitu berantakannya. Kalo kaya gitu papa yakinnya pasti ada yang bongkar tasnya diam-diam, dengan cara yang oke pula, soalnya gemboknya ga rusak.
Hmm...emang kudu ati-ati nih. Even di bandara, naik pesawat, transportasi yang notebene diatas kereta api, bus, dll dalam hal pelayanan, kualitas, dan harga, kejadian kayak gitu pun bisa terjadi
Hmm...emang kudu ati-ati nih. Even di bandara, naik pesawat, transportasi yang notebene diatas kereta api, bus, dll dalam hal pelayanan, kualitas, dan harga, kejadian kayak gitu pun bisa terjadi
Subscribe to:
Comments (Atom)