Hari ini, temanku ulang tahun. Awalnya aku nggak tau. Baru sadar pas buka facebook, ngeliat birthday reminder. Normalnya sih ngucapin, even lewat message, kalo nggak bisa ngucapin langsung. Tapi masalahnya dia udah nggak ada. Oke, bukan masalah sebenarnya. Nggak tepat kalau itu jadi masalah. Masalahnya, temen-temen yang aku kenal Alhamdulillah masih hidup semua, baru dia aja yang udah dipanggil Allah. Jadi begitu tau kalo hari ini ulang tahunnya, dadaku (agak) sesak. Langsung aja pikiranku penuh dengan kata 'seandainya'. Seandainya dia nggak sakit separah itu, mungkin sekarang dia masih ada. Seandainya dia masih ada, dia bisa merasakan usia 24. Tapi punya pikiran seperti itu kesannya menyalahkan takdir Tuhan nggak sih?
Namanya juga takdir Tuhan, kan Innalillahi wa inna ilaihi raji'uun. Cuma masalah waktu aja. Giliran dia yang duluan daripada aku.
Aku sempat bingung loh mau bagaimana dengan fakta hari adalah hari ulang tahunnya. Well, ulang tahun kan berarti menandai bahwa kita masih hidup di dunia. Kalau sudah meninggal, apa yang mau di-ulangtahun-kan? Masuk akal kah kalau kita ngucapin selamat ulang tahun sama orang yang sudah wafat?
Akhirnya aku sholat, dan diujung doa setelah sholat, aku kirim doa Al-Fatihah buat dia. Kayaknya dia lebih butuh itu daripada ucapan selamat ulang tahun. :)
No comments:
Post a Comment