Saturday, June 18, 2011

Tennis


Aku lagi semangat belajar tenis hehe... baru beberapa bulan belakangan ini. Dan aku baru tau, main tenis emang nggak segampang main bulutangkis. Kalo main bulutangkis kan simple, ya mainnya, atau venue nya. Main bulutangkis di halaman rumah atau jalanan pun jadi. Trus mukul kok nya juga nggak ribet. Nah, tenis beda lagi. Mainnya ya harus di lapangan tenis. Megang raket dan mukul bola ternyata ada tekniknya, nggak segampang dan seinstan yang dibayangkan. Aku inget latihan pertamaku, cuma latihan mengayun raket dan forehand selama 3 jam, setelah itu lenganku sakitnya minta ampun selama 5 hari. Ampun deh. Untungnya aku nggak kapok hehehe... itu kan karena baru nyoba aja. Sekarang udah nggak pegel lagi. Malah lengan jadi kencang lho :))

Kenapa aku belajar tenis? Yah karena aku suka. Aku suka nonton tenis di TV. Tapi sebelumnya nggak pernah punya keinginan buat belajar. Padahal mama rutin main tenis, papa juga kadang main juga. Mngkin karena sekarang di dekat rumah ada lapangan tenis, jadi sering liat orang main tenis, panas juga akhirnya. Pengen bisa hehe...

So far aku udah belajar forehand & backhand. Satupun belum ada yang expert. Tapi makin lama teknik ku makin baik... Ganbatte!!

Monday, June 13, 2011

Girlfriend magz

I love Girlfriend magazine's June 2001 edition! Aku nggak langganan sih, tapi begitu liat covernya, langsung beli hehe...

Kayak baca kamus tentang health, fit, and beauty. Lumayan komplit. Gimana cara merawat tubuh dengan cara-cara yang simpel dan nggak ngeluarin banyak biaya, tips-tips biar tampil makin cantik, hot fashion stuff, artikel-artikel keren tentang kesehatan, dan nggak ketinggalan segudang tips-tips oke. Ini pertama kalinya aku baca Girlfriend. In my opinion, the magz is so cool! :)

Saturday, June 11, 2011

Happy Birthday to you...

Hari ini, temanku ulang tahun. Awalnya aku nggak tau. Baru sadar pas buka facebook, ngeliat birthday reminder. Normalnya sih ngucapin, even lewat message, kalo nggak bisa ngucapin langsung. Tapi masalahnya dia udah nggak ada. Oke, bukan masalah sebenarnya. Nggak tepat kalau itu jadi masalah. Masalahnya, temen-temen yang aku kenal Alhamdulillah masih hidup semua, baru dia aja yang udah dipanggil Allah. Jadi begitu tau kalo hari ini ulang tahunnya, dadaku (agak) sesak. Langsung aja pikiranku penuh dengan kata 'seandainya'. Seandainya dia nggak sakit separah itu, mungkin sekarang dia masih ada. Seandainya dia masih ada, dia bisa merasakan usia 24. Tapi punya pikiran seperti itu kesannya menyalahkan takdir Tuhan nggak sih?
Namanya juga takdir Tuhan, kan Innalillahi wa inna ilaihi raji'uun. Cuma masalah waktu aja. Giliran dia yang duluan daripada aku.

Aku sempat bingung loh mau bagaimana dengan fakta hari adalah hari ulang tahunnya. Well, ulang tahun kan berarti menandai bahwa kita masih hidup di dunia. Kalau sudah meninggal, apa yang mau di-ulangtahun-kan? Masuk akal kah kalau kita ngucapin selamat ulang tahun sama orang yang sudah wafat?
Akhirnya aku sholat, dan diujung doa setelah sholat, aku kirim doa Al-Fatihah buat dia. Kayaknya dia lebih butuh itu daripada ucapan selamat ulang tahun. :)

Tuesday, June 7, 2011

Anonymous


Ada beberapa kemungkinan:

Aku melepas tangannya dan merelakannya pergi, sementara aku terpaku memandang kepergiannya yang terkesan aku paksakan.

Aku melepas tangannya dan berlari meninggalkannya.

Aku melepasnya agar kami bisa sama-sama berjalan terpisah, menuju arah yang berlawanan satu sama lain.

Aku yakin melakukan salah satu dari tiga kemungkinan diatas, tapi tidak tahu pasti yang mana....