Salah satu hal yang bikin aku bersemangat membaca buku fiksi adalah karena karakter cowok dalam buku itu. Cuma fiktif memang, tapi cara penulis menceritakan karakter si laki-laki bisa bikin aku naksir berat. Here's some of them, beberapa cowok-fiktif-adaptasi-dari-buku favoritku, dalam urutan acak:
Michael Moscovitz
Taken from : Pricess Diaries series - Meg Cabot
Tadi aku bilang urutannya acak ya? Aku kasih tau, diurutkan pun, Michael bakal ada di nomor 1. Habis gimana lagi? Dia ganteng, body oke, perut sixpack, jenius tapi nggak kuper, walaupun dia nggak masuk geng populer di sekolah. Bukannya dia nggak bisa lho, Michael memiliki semua kriteria buat jadi saingan (atau mungkin sobat) Josh Ritcher, tapi dia nggak mau, karena dia nggak suka. See? Punya prinsip yang kuat. Salah satu ciri-ciri cowok jantan. Dan oh, dia tau BANGET cara memanjakan dan menyenangkan pacarnya, Mia Thermopolis, dengan cara yang nggak biasa tapi nggak norak. Tau kan, ngasih bunga ke pacar pas kencan atau Valentine itu kan standar banget. Tapi Michael selalu punya cara yang lebih keren dari itu. Selalu. Beberapa contoh favoritku:
1. Di buku Princess In Waiting. Kesibukan Mia sebagai putri, plus kehidupan sosialnya yang nggak kayak putri beneran, bikin hubungannya dengan Michael jadi agak terabaikan, atau begitulah menurut Mia. Buat kencan sama Michael aja susahnya minta ampun, termasuk ketika Mia nggak bisa menepati janji ke screening room sama Michael buat nonton Star Wars. Aku awalnya ngira Michael bakal ngambek, atau paling nggak cuek aja. Tapi ooohh, dia melakukan sesuatu. Karena dia membawa sreening room ke rumahnya. Dan persiapannya ribet juga, melibatkan kedua dr. Moscovitz dan Maya, juru masak keluarga. Pokoknya, baca sendiri deh bukunya....
2. Di buku Sweet Sixteen Princess, Micahel mempersiapkan surprise party yang nggak biasa buat Mia. Yap, nggak biasa, karena Mia menolak mentah-mentah segala bentuk pesta ulang tahun untuknya, terutama yang dirancang oleh Grandmere. Tapi Michael mengumpulkan teman-teman dan keluarga dekat Mia (kecuali Grandmere) plus keluarganya sendiri di arena seluncur es, yang adalah salah satu kegiatan favorit Mia, main seluncur es maksudku, dan memberikan Mia surprise party yang manis banget. Itu bahkan nggak kayak pesta, seperti apa yang Mia inginkan untuk pesta ulang tahunnya. Dan belum selesai lho. Michael ngasih kado skuter seperti buatan Segway, alat transportasi impian Mia. Perlu digaris bawahi disini bahwa Michael dan Mia memiliki perjanjian untuk memberi kado buatan sendiri. Yeah, bener banget, dengan kejeniusan yang dimilikinya, Michael membuat sendiri skuter itu, nyaris sama seperti buatan pabrik.
Bagian mana dari dua kejadian itu yang nggak romantis? Yang bikin aku suka, Michael yang dari luar orang yang jenius, santai, dan praktis, ternyata selalu punya segudang kejutan manis buat Mia, yang selalu sukses bikin Mia terkaget-kaget bahagia.
Tak diragukan lagi, Michael Moscovitz adalah cowok fiktif idamanku, walaupun aku sebenarnya agak kecewa dengan Michael Moscovitz versi film, yang diperankan oleh Robert Schwartzman. Well, dia ganteng kok. Cuma dia agak terlalu imut dan kurang gagah. Tau kan Michael dibuku body nya oke gila. Aku malah selalu ngebayangin Aston Kutcher, HA! :p
Hector de Silva, a.k.a Jesse
Taken from : The Mediator series - Meg Cabot
Lagi-lagi Meg Cabot. Selalu berhasil menciptakan tokoh cowok yang bikin aku melting. Jesse si hantu tampan ini adalah hantu cowok yang telah meninggal kira-kira 150 tahun lalu, dan menghuni kamar tidur Susannah Simon selama bertahun-tahun. Well, teknisnya kamar itu bekas kamar losmen, tempat Jesse dulu meninap mungkin sebelum dibunuh, 150 tahun kemudian jadi kamarnya Suze, yang baru pindah ke Carmel, California, ikut tinggal bersama Ibu dan suami barunya, plus 3 anaknya. Suze tiap hari ketemu Jesse terus donk, belum lagi sering bantuin Suze melakukan tugasnya sebagai mediator, dan jangan lupa, menyelamatkan nyawa Suze beberapa kali. Gimana Suze nggak jatuh cinta, belum lagi tampang Jesse yang ganteng mampus dan otot perut yang oke. Susah buat nggak menikmati 'pemandangan' kayak gitu. Dan juga, cara Jesse yang selalu manggil Suze dengan panggilan 'Susannah', kayak....hmmm bikin aku mikir gini: "Whoa, Aku juga nggak keberatan kalo ada hantu tampan yang nongkrong di kamar tidurku trus selalu manggil aku dengan nama 'Juwita'". Asal tau aja ya, Suze cuma mengizinkan 2 orang memanggilnya 'Susannah' (Ibunya dan pastor Dom) karena dia sebenarnya nggak suka nama itu, sama kayak aku nggak suka dipanggil 'Juwita', yah kecuali kalo yang manggil itu hantu atau manusia kayak Jesse.
Aku baru baca seri Mediator sampe yang ke-4, masih ada 2 lagi. Seri ke-4 yang aku tamatkan semalam seru banget!
Austin Taura Hanafiah
Taken from : Titanium - Sitta Karina
Dia juga muncul di beberapa novel Hanafiah lainnya, kayak Imaji Terindah dan Pesan Dari Bintang. Tapi Titanium adalah cerita tentang dia. Yang ini produk lokal, pengarangnya maksudku. Kalo Austin sendiri sih ceritanya blasteran Jawa-Meksiko. Orangnya pendiam, dingin, introvert. Dibuku Imaji Terindah atau Pesan Dari Bintang, dia digambarkan sebagai orang yang kaku dan nggak asyik. tapi di Titanium, ketahuan deh cara dia mengungkapkan perasaan dan menyampaikan rasa sayangnya ke cewek yang dia sayang, Romijn-Indira. part favoritku di Titanium:
"Hai Indira. Selamat malam. Maaf, aku baru sampai jadi belum sempat me-reply..." Austin tersenyum lelah tapi hangat. Perpaduan yang aneh dengan sorot mata dinginnya dan suara yang dalam dan renyah: bagi Romy nuansanya sama kayak lagi menikmati dark chocolate.
Waktu aku baca paragraf itu, aku cuma bisa bilang, AHA! Yeah, agak susah mendiskripsikan gimana Austin, tapi ternyata bener juga, sama kayak lagi menikmati dark choco, menenangkan dan menghanyutkan.
Jacob Black
Taken from : Twilight Saga - Stephenie Meyer
Kalau aku yang pengarang Twilight Saga, Bella nggak akan memohon-mohon jadi vampir. Kalau aku pengarang Twilight Saga, Bella nggak akan cinta mati sama Edward Cullen. Kalau aku pengarang Twilight Saga, Bella akan tetap jadi fana, dan hidup bahagia selamanya bersama Jacob Black.
Pertama baca seri pertama Twilight, aku juga terpesona sama Edward, dan porsi cerita Jacob nggak terlalu banyak disitu, tambah lagi menurutku karakternya di buku pertama agak nyebellin. Tapi begitu baca New Moon, lupakan Edward. Aku sampe mikir si Bella ini kok tolol banget sih segitu cintanya sama Edward, yang menurutku lama-lama lebay juga, menye-menye gitu deh. Kalo aku jadi Bella ya, sudah pasti aku milih Jacob, atau Jake. Jake tuh lebih 'manusiawi' menurutku, walaupun dia werewolf. Tapi dengan Jake, Bella bisa ceria, punya semangat hidup. Coba kalau sama Edward, yang ada dia punya semangat pengen jadi vampir supaya bisa sama Edward terus, dan tak henti-hentinya bermesraan. Bukannya aku nggak suka atau gimana, maksudku banyak hal yang lain kan yang bisa dilakukan selain nempel kayak perangko (benar-benar nempel gitu, pelukan mulu) dan bermesraan terus-terusan, plis banget deh.
Lagian masalah Jake hanya dia seorang manusia serigala, masih bisa jalan-jalan dibawah sinar matahari. Khawatir dia bakal ngamuk tiap bulan purnama? Gampang. Tinggal minta aja ramuan yang biasa dibikin Severus Snape buat Remus Lupin. Beres kan.
Oh ya, aku puas banget sama Jacob Black versi layar lebar. Yuhuuu... the handsome Taylor Lautner :))
Jace Wayland
Taken from : Mortal Instruments series - Casandra Clare
Jace ini punya beberapa nama belakang. Aslinya, dia bernama Jace Herondale. Terus sama Valentine diganti jadi Jace Wayland. Sempat masuk jebakan Valentine sampe harus dikenal dengan nama Jace Morgenstern, sapaerti nama belakang Valentine, Clary merasa nama yang pantas buat Jace adalah Blackwood, Jace Blackwood, karena keluarga Blackwood lah yang selama ini mengasuh dan menyayanginya.
Jace itu keren, misterius, cuek, berani. Aku suka deh pokoknya. Dan cinta banget sama Clary. Dan dia nggak lebay kayak Edward Cullen ya. Di buku, Jace digambarkan berambut gondrong ikal pirang. Tapi entah kenapa tiap baca Mortal Instruments, aku selalu ngebayangin Jace itu kayak Ian Somerhalder, dalam perannya menjadi Damon di The Vampire Diaries. Padahal disitu Ian, atau karakter Damon, rambutnya item lho, gondrong juga sih, plus sorot mata yang tajam.
No comments:
Post a Comment